Minggu, 02 Juni 2013

18 hukuman yg Allah Tetapkan bagi kaum perempuan فائدة : قيل إن حواء لـما عصت ربها فـي الـجنة بأكلها من الشجرة عاقب الله تعالـى بناتها النساء بثمانية عشر عقوبة إحداها الـحيض وثانيها الولادة وثالثها فراق أبيها وأمها ورابعها التزوج بأجنبـي وخامسها النفاس والتلطخ بدمه وسادسها أن لا تـملك نفسها وسابعها نقص ميراثها وثامنها الطلاق وكونه بيد غيرها وتاسعها التزوج عليها بثلاث غيرها وليس لـها ذلك وعاشرها أن لا تـخرج من بيتها ولو لـحجها إلا بـمحرم وحادي عشرها صلاة الـجمعة وثاني عشرها صلاة العيدين وثالث عشرها صلاة الـجنازة ورابع عشرها الـجهاد وليس للنساء ذلك وخامس عشرها عدم صلاحيتها للولاية والقضاء وسادس عشرها أن النساء الفواجر يعذبن يوم القيامة ضعف عذاب الرجال وسابع عشرها اعتدادها لـموت زوجها بأربعة أشهر وعشرة أيام وإحدادها مع ذلك وثامن عشرها إذا طلقها زوجها فإنها تعتد له بثلاثة أشهر أو ثلاث حيضات إن كانت من ذوات الـحيض وليس له ذلك فهذه عقوبة للنساء وبئست العقوب. maraji kitabnya : 1. غاية الأماني فـي مناقب وكرامات أصحاب الشيخ سيدي أحمد التجاني. للشيخ مـحمد السيد التجاني. 2. كاشفة السجا شرح على سفينة النجا فـي أصول الدين والفقه. للشيخ أبي عبد الـمعطي مـحمد نووي الـجاوي. 3. إعانة الطالبين حاشية على فتح الـمعين للشيخ أبي بكر ابن الشيخ مـحمد شطا الدمياطي. 4. فتح الوهاب شرح منهاج الطلاب لشيخ الإسلام أبي يحيى زكريا الأنصاري الشافعي. 5. بغية الـمسترشدين للسيد عبد الرحـمن بن مـحمد بن حسين الـمشهور باعلوي مفتـي الديار الـحضرمية. 6. النوادر للشيخ شهاب الدين أحـمد بن سلامة القليوبي. 7. فيض القدير شرح الجامع الصغير للعلامة الـمناوي. 8. سراج الطالبين شرح على منهاج العابدين للشيخ إحسان مـحمد دحلان الـجمفسي الكديري. 9. نهاية الزين للشيخ أبي عبد الـمعطي مـحمد نووي الـجاوي. 10. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين للشيخ ابن علان الصديقى kurang lebih 18 hukuman yg Allah Tetapkan bagi kaum perempuan keturunan Nabi Adam As, Akibat ke salahan Ibunda Hawa Memakan Buah Khuldi 1. Haid ( Ibunda Hawa Tidak pernah Mengalami Masa2 Haid lantaran Tercipta dalam kondisi sudah dewasa ) 2. Nifas ( belepotan dgn darah akibat melahirkan selama 40 / 60 hr) 3.Wiladah ( beranak ) 4. harus menikah dengan orang lain ( dahulunya Syariat Nabi Adam Pernikahan Masih Dibolehkan dgn Saudara ) 5. Harus terpisah dgn keluarganya ( umumnya Stlh Menikah Wanita Harus Ikut Dgn Suaminya ) 6. Tidak bisa Memiliki dirinya sendiri ( Tidak bebas menikah tanpa izin wali nikahnya ) 7. kurang mendapatkan harta warisan 8. bisa tercerai oleh suaminya namun dia tidak bisa melakukan sebaliknya 9.harus rela jika dimadu dgn tiga wanita yg lainya dgn satu suami 10. tidak boleh keluar rumah kecuali dgn izin suaminya 11. tidak wajib mengerjakan sholat jum'at 12. tidak di anjurkan bagi perempuan helat mengerjakan sholat sunnat iedul fitri 13. Tidak sah mengerjakan sholat jenazah 14. tidak di perkenankan ikut berjihad dlm medan pertemuran 15. tdk layak menjadi pemimpin 16. jika durhaka wanita 2x lipat azabnya di neraka 17. terkena masa iddah 4bln 10 hari ( cerai mati) 18 kena masa iddah 3x suci ( cerai hidup ) keseluruhannya terhimpun pada kurang akal dan agamanya perempuan yg wajib di sempurnakan oleh kaum laki2. Aqibath di atas bukan di artikan Dosa turunan / Azab , Tapi ( Hukum ) Ketetapan Yg Allah Swt berlakukan Sebagai Adat Bagi kaum Hawa untuk menjalankan sunnahtullah di dunia dari Hikmah Perbuatan Ibunda Hawa ketika di surga dan Maha Suci Allah Dari Perbuatannya Yang Sia-Sia , semua ketetapan yg Allah berlakukan Bagi Hambanya Mengandung Kebaikan2 bagi kaum hawa tersebut jika seandainya di lihat dari sisi positifnya sebagai contoh wanita yg di cerai harus menahan diri 3x suci salah satu hikmahnya semata2 menjaga harga dirinya dari tuduhan lacur , atw wanita yg cerai mati untuk menahan diri 4bln 10 hari semata2 agar si wanita tidak dipandang orang sebagai perempuan yg kurang setia terhadap suaminya. dan semuanya dinamai Aqibathuul umur
Manfa’at dan faedah membaca sholawat antara lain : 1. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membaca sholawat kepadaku 10x, maka Allah SWT membalas sholawat kepadanya 100x, dan barang siapa membaca sholawat kepadaku 100x, maka Allah SWT menulis diantara kedua matanya “Bebas dari munafiq dan bebas dari neraka “, dan Allah SWT menempatkan dirinya pada hari qiyamat bersama dengan para syuhada”. 2. Rosulullah SAW bersabda : ”Telah datang malaikat Jibril as kepadaku sambil berkata : “Barangsiapa diantara umatmu membaca sholawat kepada-mu satu kali, maka sebab bacaan sholawat tadi, Allah SWT menuliskan baginya 10 kebaikan, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan, dan.Allah membalas sholawat kepadanya sesuai dengan sholawat yang ia baca “. 3. Rosulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya manusia yang paling utama disisi-ku pada hari qiyamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat kepadaku”. 4. Rosulullah SAW bersabda : “Yang paling banyak diantara kalian membaca sholawat kepadaku, dia-lah yang paling dekat denganku besok di hari qiyamat. 5. Rosulullah SAW bersabda : “Bacalah kalian sholawat kepadaku, maka sesungguhnya bacaan sholawat itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi jiwa kalian, dan barangsiapa membaca sholawat kepada-ku satu kali, Allah SWT membalas sholawat kepadanya sepuluh kali”. 6. Rosulullah SAW bersabda : ‘Sholawat kalian kepada-ku itu merupakan pengawal bagi dikabulnya do’a kalian dan memperoleh keridloan dari Allah, dan menjadi pembersih dari amal-amal kalian”. 7. Rosulullah SAW bersabda : “Semua doa itu terhijab (terhalang), sehingga ia memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi SAW, maka do’anya itu diterima”. 8. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membaca sholawat kepadaku setiap hari 100 kali, maka Allah SWT mengabulkan 100 macam hajatnya, yang 30 macam untuk kepentingan di dunia, sedangkan yang 70 macam untuk kepentingannya di akhirat ”. 9. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membaca sholawat kepadaku setiap hari 1000 kali, dia tidak akan mati sebelum melihat tempatnya di surga”. 10. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang menulis sholawat kepadaku di dalam suatu kitab, maka para malaikat tidak henti-hentinya memohonkan ampunan baginya selama namaku masih berada di dalam Kitab itu “. 11. Rosulullah SAW bersabda : ”Hiasilah ruangan tempat perkumpulanmu dengan bacaan sholawat kepadaku, maka sesungguhnya bacaan sholawatmu akan menjadi nuur ( cahaya ) pada hari kiamat”. 12. Rosulullah SAW bersabda : “Segala sesuatu itu ada alat .pencuci dan pembersihnya. Adapun alat pencuci hati seorang mu’min dan pembersihnya dari kotoran dosa yang sudah melekat dan berkarat itu adalah dengan membaca sholawat kepadaku”. 13. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang merasa kesulitan memperoleh sesuatu, maka sesungguhnya sholawat itu akan menghilangkan kesulitan dan kesusahannya”. 14. Rosulullah SAW bersabda : “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku pada setiap hari Jum’at, maka sesungguhnya bacaan sholawat ummatku pada setiap hari Jumat itu dilaporkan kepada-ku”. 15. Rasulullah SAW bersabda : “Dalam mimpi, aku pernah melihat pamanku Hamzah dan saudaraku Ja’far Ath-Thayyar. Mereka memegang tempat makanan yang berisi buah pidara dan merekapun memakannya, kemudian buah pidara itu berubah menjadi anggur.dan merekapun memakannya, dan buah anggur itu berubah menjadi buah kurma yang masih segar. Kemudian merekapun memakannya, lalu aku mendekat dan bertanya kepada mereka: Demi ayahku jadi tebusan, amal apakah yang telah kalian lakukankan ? Mereka menjawab : Demi ayah dan ibuku jadi tebusanmu, kami dapatkan amal yang paling utama adalah bershalawat kepadamu”, 16. Rasulullah SAW bersabda : “Ketika aku di-mi’raj-kan ke langit, aku melihat malaikat yang mempunyai seribu tangan, dan di setiap tangannya ada seribu jemari. Ketika ia sedang menghitung dengan jari-jarinya, aku bertanya kepada Jibril: Siapakah malaikat itu dan apa yang sedang ia hitung ? Jibril menjawab : Dia adalah malaikat yang ditugaskan untuk menghitung setiap tetesan hujan, ia menghafal setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi. Aku bertanya kepada malaikat itu : Apakah kamu mengetahui jumlah tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah menciptakan dunia ? Ia menjawab: Ya Rasulallah, demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di perkebunan, dan di pekuburan. Rasulullah SAW bersabda : Aku kagum terhadap kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam menghitung. Ia berkata : Ya Rasulallah, ada yang tak sanggup aku hafal dan menghitungnya. Rasulullah SAW bertanya : Menghitung apakah itu ? Ia menjawab : Aku tidak sanggup menghitung pahala shalawat yang dibaca oleh sekelompok orang dari umatmu ketika namamu disebut di suatu majlis.” 17. Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat nanti aku akan berada di dekat mizan ( timbangan ) amal. Barangsiapa yang amal buruknya lebih berat dari amal baiknya, aku akan datang bersama sholawat yang pernah dibacanya, sehingga amal baiknya akan lebih berat, berkat shalawatnya itu”. 18. Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa yang bershalawat kepadaku 3 kali setiap pagi dan 3 kali setiap malam karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT berhak mengampuni dosa-dosanya pada hari itu”. 19. Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa yang bershalawat kepadaku saat akan membaca Al-Qur’an, maka malaikat akan selalu memohonkan ampunan baginya selama namaku berada di dalam Al-Qur’an”. 20. Saidina Abu Huroiroh ra berkata : “Membaca sholawat kepada Nabi SAW adalah jalan menuju sorga “. 21. Saidina Ali Zainal ‘Abidin bin Husain bin ‘Ali bin Abi Tholib ra berkata : “Tanda-tanda orang ahlus-sunnah adalah memperbanyak sholawat kepada Nabi SAW“. 22. Imam Ja’far Ash-Shodiq berkata : “Ketika nama Nabi SAW disebut, maka perbanyaklah sholawat kepadanya, sesungguhnya orang yang bersholawat kepada Nabi SAW satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya 1000 kali bersama 1000 barisan malaikat. Tidak ada satu pun makhluk Allah kecuali ia bershalawat kepadanya, karena Allah dan para malaikat bershalawat kepadanya. Barangsiapa yang tidak mau membaca sholawat, ia dianggap sebagai orang yang jahil dan tertipu”. 23. Imam Ja’far ash-Shodiq berkata : ”Barangsiapa yang tidak sanggup menutupi dosa-dosanya, maka perbanyaklah sholawat kepada Rasulullah SAW dan keluarganya, sesungguhnya shalawat itu benar-benar dapat menghapus dosa-dosanya”. 24. Imam Ja’far ash-Shodiq pernah ditanya : “Apa pahala membaca shalawat itu ? Beliau menjawab : “Ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti saat bayi yang baru lahir dari ibunya”. 25. Imam Muhammad al-Baqir berkata : ”Tidak ada satupun amal yang lebih berat dalam timbangan, kecuali shalawat kepada nabi Muhammad dan keluarganya. Sesungguhnya akan ada seseorang yang ketika amalnya ditimbang, maka timbangan amalnya miring ke kiri. Kemudian Nabi SAW datang membawakan pahala shalawatnya dan meletakkan di mizan amalnya, maka beruntunglah ia berkat shalawat itu”. 26. Syekh Showi dalam kitab tafsirnya berpendapat : “Sesungguhnya para ulama sependapat, bahwa semua amal ada yang diterima dan ada pula yang ditolak, kecuali sholawat kepada Nabi SAW. Maka sesungguhnya sholawat kepada Nabi SAW itu “ Maqbuulatun Qoth’an “ ( pasti diterima ) “. (Taqriibul Ushul Hal : 5 7). 27. AI-Allaamah Syamsuddin bin Qoyyim dalam kitabnya Jalaailul-Afhaam berkata : “Sesungguhnya membaca sholawat itu menjadi sebab bertambahnya rasa cinta kepada Allah SWT dan Rosul-Nya. Cinta itu kelak akan menjadi satu ikatan dari ikatan-ikatan keimanan, padahal keimanan itu tidak bisa sempurna kecuali dengan cinta”. 28. Sebagian ulama berpendapat : “Jalan yang paling dekat kepada Allah SWT pada akhir zaman, khususnya bagi orang-orang yang banyak berbuat dosa adalah memperbanyak istighfar dan membaca sholawat kepada Nabi SAW”. 29 Sebagian ulama berpendapat : “Sesungguhnya membaca sholawat kepada Nabi SAW itu dapat menerangi hati dan mewushulkan dirinya kepada Allah SWT”. 30. Sebagian ulama berpendapat : “Sesungguhnya memperbanyak baca sholawat dapat mimpi bertemu dengan Rosululloh SAW, bahkan apabila bersungguh-sungguh memperbanyak serta membiasakannya, maka pembaca sholawat itu kelak dapat melihat Rosululloh SAW dalam keadaan jaga “. Kisah nabi Adam as membaca sholawat kepada Rosululloh SAW. : “Ketika Allah SWT telah menciptakan nabi Adam as, maka ia sempat memandang ke atas arsy. Di atas sana ia melihat tulisan “Muhammad”. Dia bertanya kepada Allah : Wahai tuhanku, diakah orang yang paling mulia disisi-Mu ? Allah SWT menjawab : “Benar, dan jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan langit, bumi, surga dan neraka”. Kemudian Allah menciptakan Ibu Hawwa dari tulang rusuk sebelah kiri nabi Adam as, Dan ketika beliau mengarahkan pandangan matanya kesana, Allah-pun memberikan hawa syahwat kedalam hatinya. Nabi Adam pun bertanya : “Wahai tuhanku, siapakah dia ?”. Allah SWT menjawab : “Itu Hawwa”. “Kawinkanlah aku dengannya”. Pinta nabi Adam as. “Dapatkah engkau membayar mas kawinnya ?” Nabi Adam as bertanya : “Apa mas kawinnya ?”. Allah SWT menjelaskan : ”Mas kawinnya membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW 10 kali”. Kemudian nabi Adam as pun membaca sholawat sepuluh kali kepada nabi Muhammad SAW. Maka bacaan sholawatnya itu menjadi maskawinnya Ibu Hawwa. Kisah nabi Musa as membaca sholawat kepada Rosululloh SAW : “Dalam Kitab “Syifaa’ul Asqom”, syekh al-Hafidz Abu Nuaem bercerita, bahwa Allah SWT bertanya kepada nabi Musa as : ”Wahai Musa, apakah-engkau ingin agar Aku lebih dekat denganmu melebihi dekatnya kalammu dengan lisanmu, melebihi dekatnya pandanganmu dengan matamu dan melebihi dekatnya rohmu dengan badanmu ?”. Nabi Musa as menjawab : “Mau, wahai tuhanku”. Allah SWT berfirman : “Perbanyak-lah engkau membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW”. Kecaman dan celaan terhadap orang yang tidak mau membaca sholawat antara lain : 1. Rosulullah SAW bersabda : “Ada 3 kelompok orang yang tidak akan bisa melihat wajahku pada hari kiamat. Pertama, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Kedua, orang yang meninggalkan sunnah-ku, dan ketiga, orang yang tidak membaca sholawat kepadaku ketika namaku disebut”. 2. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang tidak mau membaca sholawat kepada-ku, maka tidak dianggap sempurna agamanya “. 3. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa mendengar namaku disebut di dekatnya dan ia tidak membaca sholawat kepadaku, maka dia itulah sebakhil-bakhilnya manusia”. 4. Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa mendengar namaku disebut di dekatnya dan ia tidak membaca sholawat kepadaku, maka dia bukan golongan-ku dan aku-pun bukan golongannya. Kemudian Rosululloh SAW berdoa : “Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan orang yang suka berhubungan denganku. dan putuskanlah hubunganku dengan orang yang tidak mau berhubungan denganku”. 5. Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat nanti semua kaum muslimin akan melihatku, kecuali orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, peminum khamer, dan orang yang tidak mau bersholawat ketika namaku disebut”.

Jumat, 31 Mei 2013

Keberkahan Na’lu Rasulullah SAW Lambang Thorekoh At-Tijaniyah Indonesia Keberkahan Na’lu Rasulullah SAW Malam 27 Rajab, adalah Isra` dan Mi’raj Junjungan Baginda RasuLullah SAW,. Kemuliaan Baginda SAW sulit Untuk di Ungkapkan sehingga apa saja yang bersama Beliau turut menjadi mulia, seperti diisyaratkan oleh ayat “al-ladzi baarakNaa haulahu” (yang Kami, yakni Allah, berkati sekitarnya”), jika ayat tersebut menceritakan keberkahan Masjidil Aqsa, Sedangkan Baginda s.a.w. kemuliaannya keberkatannya keagungannya melebihi segalanya selain Allah s.w.t.,. Kemuliaan baginda melimpah Ruah sehingga ke seluruh Atribut yang dibawa bersamanya ketika menghadap Allah SWT Tak terkecuali Na’lu ( Terompah ) Baginda SAW. Demi kecintaan kepada Empunya Terompah yang telah Teruji keberkahan dan rahasia yang sukar diungkapkan. Bentuk ( Gambar ) Na’lu Junjungan Nabi s.a.w. mempunyai rahsia dan keistimewaan di kalangan sebahagian ulama. Antara kelebihannya ialah seperti diceritakan oleh Imam al-Qasthaalani dalam kitabnya “al-Mawaahibul Laduniyyah” juz ke-2 mukasurat 174:- Dan di antara kelebihannya yang telah dicoba manfaat dan keberkahannya apa yang dikisahkan oleh seorang syaikh yang sholeh, Abu Ja’far Ahmad bin Abdul Majid:- “Aku telah membuat mitsal ni`al ini untuk seorang muridku, maka dia telah berjumpa denganku pada suatu hari dan berkata:- “Kemarin aku telah melihat keberkatan Na’lu ini yang ajaib. Isteriku telah ditimpa sakit Parah sehingga hampir-hampir binasa, maka aku letakkan mitsal Na’lu ini pada tempat sakitnya dan berdoa“ALLAHUMMA ARINIY BARAKATA SHOHIBI HADZAN-NA’LI” ( Ya Allah, tunjukkanlah aku keberkatan tuan empunya ni`al ini, yakni Junjungan Nabi s.a.w.), lalu dia disembuhkan Allah pada waktu itu juga. Telah berkata Abu Ishaq:-”Telah berkata Abul Qaasim bin Muhammad:-”Di antara yang telah mujarrab keberkatannya ialah sesiapa yang membawanya bersama dengan niat untuk mengambil berkat, jadilah dia selamat daripada kejahatan penjahat, memperolehi kemenangan ke atas musuh dan mendapat penjagaan daripada syaitan yang jahat serta dipelihara daripada kedengkian orang-orang yang hasad. Dan jika dibawa oleh orang perempuan hamil yang sedang sakit hendak bersalin pada sebelah kanannya, nescaya dipermudahkan urusannya tersebut dengan pertolongan dan kekuatan Allah.” Syaikhul Hadits Maulana Zakaria al-Kandahlawi dalam catatannya untuk kitab “Syamail at-Tirmidzi” menyatakan:-“Gambar lakaran capal dan kelebihan serta keberkatannya telah diberikan dengan begitu terperinci di dalam kitab “Zadus Sa`id” karangan Maulana Asyraf ‘Ali Thanwi (rahmatullah ‘alaihi). Khasiatnya tidak putus-putus. Alim tersebut telah mengalaminya beberapa kali. Beliau berkata dengan menyimpan sebuah gambar lakaran capal ini seseorang itu akan diberkati dengan ziarah bertemu Rasulullah, akan dilepasi daripada ancaman kuku besi penzalim, mencapai kemasyhuran dan berjaya di dalam segala cita-cita melalui tawassul tapal ini. Rupa bentuk Na’lu yang tercatat dalam kitab “Jawahirul Bihar” karangan Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani. Menurut Kiyai Haji Abdul Jalil Bakri, Mudir Pesantren Darut Tauhid, Brongkal, Pagelaran, Malang, Jawa Timur, sebahagian ulama menyatakan bahawa antara kelebihan timtsal /Lingkaran / gambaran / mitsal Na'lul Junjungan s.a.w. adalah:- Apabila timtsal ni`al ini disimpan dalam rumah, maka rumah tersebut selalu mendapat perlindungan Allah dari berbagai marabahaya seperti kebakaran, kecurian dan sebagainya, serta penghuni-penghuni rumah tersebut akan memperolehi rahmat, barakah, keamanan, selama di rumah tersebut tiada suatu apapun yang menjadi pantangan masuk malaikat rahmat ke dalamnya. Apabila timtsal ini dibawa berpergian, maka perjalanannya diberkati dengan keamanan dan selamat serta berhasil. Apabila timtsal ini ditaruh di badan orang sakit, maka insya-Allah cepat disembuhkan Allah dengan keberkatan Sayyidina Empunya Na'lu. KemulianNya dan Keberkahannya Melekat Pada Atribut Yang Di pakainya Menghadap Illahi inilah antara penyaksian ulama kita berhubung lakaran ni`al al-Musthofa s.a.w. Percaya atau tidak terpulanglah, “al-madad fil masyhad fil I’tiqaad nailul murad” (“Bantuan/ Sokongan sekadar penyaksian dan dalam pegangan teguh tercapainya tujuan”). Untuk pengetahuan, Imam al-Qasthaalani adalah seorang ulama terbilang, pemuka ilmu hadits dan fiqh mazhab Syafi`i. Antara gurunya ialah Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari dan as-Sakhawi. Banyak mengarang kitab antara yang masyhur ialah “Irsyadus Sari fi syarhi Shohihil Bukhari” merupakan syarah Shohih Bukhari dalam 10 jilid besar dan “al-Is`aad fi talkhis al-Irsyad” merupakan furu’ feqah Syafi`i. Maka terpulanglah. Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika, Ya Shohibal-Mi’raaj. Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika, Ya Shohiban-Na’lain. (Jutaan sholawat dan salam untukmu Wahai Tuan Empunya Mi’raaj; Jutaan sholawat dan salam untukmu Wahai Tuan Empunya Dua Ni`al). Lakaran Ni`al al-Mustafa s.a.w. yang dinisbahkan kepada Imam Ahmad Redha Khan Barelwi dan ditulis padanya bait-bait syair dalam bahasa Urdu yang menyanjung Junjungan al-Mustafa s.a.w. NA'lu Baginda SAW Yang berada Di museum kairo Mesir Kenang-Kenangan Bagi Umat Rasulullah SAW Sandal Junjungan Mahkota Kemegahan Na'lunya dijadikan simbol bagi Usrah Dandarawi yaitu pengamal Thoriqat Ahmadiyyah Rasyidiyyah Dandarawiyyah di Mesir, Dan pengamal Thorekoh Tijaniyah Di Indonesia. Ulama membuat Tapal atau imej sandal Junjungan s.a.w. demi kecintaan kepada Junjungan s.a.w. sehingga merasakan sandal di telapak kaki Junjungan s.a.w. lebih mulia dan lebih bertuah daripada diri mereka. Hal ini amat sulit untuk difahami oleh orang – orang yang tidak mengenal cinta dan orang yang tidak pernah Merasakan fana-ur-rasul. Perhatian diberikan Hanya ke Na’lu Baginda s.a.w. bukan kerana Terompahnya tetapi kerena yang Memakainya. Tulusnya cinta pada Sang Kekasih telah menyebabkan keberkatan. Berbagai ulama telah mengarang kitab mengenai Bentuk sandal atau ni`al al-Mustafa s.a.w. ini diantaranya : 1.. Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani memperkatakannya serta membawa nukilan berbagai ulama dalam kitabnya “Jawahirul Bihar” jilid ke-3, 2. Maulana Asyraf Ali Thanwi dalam “Zadus Sa`id”, 3. Imam Ibnu ‘Asakir dalam kitabnya“Timtsalu Na’l an-Nabiy“, 4. Imam Ibnu Muqri dalam kitabnya “Qurratul Aynayn fi Tahqiq Amr an-Na’layn“, 5. Imam Abul Abbas al-Maqqari dalam kitabnya “Fathul Muta`al fi Madhin-Ni`al”, 6 .Imam al-Qashthalani dalam kitabnya “Mawahibul Laduniyyah” 7. Syaikhul Hadits Maulana Zakaria al-Kandahlawi “Syamail at-Tirmidzi” dan banyak ulama-ulama Salafus sholeh lainya Sandal/tapal Junjungan menjadi simbol kepada para pencinta baginda bahawasanya segala tindak-tanduk, amal-perbuatan, bahkan apa saja hendaklah sentiasa atas jalan dan di bawah kaki Junjungan s.a.w. agar tidak menyimpang perjalanan menuju keredhaan Allah. Kemuliaan Junjungan tiada tara, sehingga Junjungan tidak diperkenankan Rabbul ‘Izzah untuk menanggalkan sandal baginda sehingga pertemuan di tempat pertemuan “qaba qawsaini aw adna” sandal masih berada di tapak kaki Junjungan. Sehebat-hebat mahkota para raja dan pemerintah tidak dapat melawan kemuliaan yang telah dicapai oleh sandal Junjungan s.a.w. Maka terpulanglah. Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika, Ya Shohibal-Mi’raaj. Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika, Ya Shohiban-Na’lain. (Jutaan sholawat dan salam untukmu Wahai Tuan Empunya Mi’raaj; Jutaan sholawat dan salam untukmu Wahai Tuan Empunya Dua Ni`al).
Mengaji di Hadapan Rasulullah SAW Ia pernah mati suri. Dalam mati surinya itu ia mengaji di hadapan Rasulullah SAW. Haul ke-20 K.H. Surya, penyebar Tarekat Tijani di Banten asal Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, diselenggarakan di halaman PP Al-Hidayah, Dukuh Cilongkrang, Desa Pondokkaharu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jum’at (20/5). Acara yang diselenggarakan ba’da zhuhur itu dihadiri sekitar 3.000 ikhwan, muhibbin, dan beberapa muqaddam dari berbagai kota di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, serta diisi taushiyah K.H. Soleh Muhammad Basalamah, muqadaam Tarekat Tijaniyah dari Brebes, Jawa Tengah. Dalam taushiyahnya, K.H. Soleh Basalamah mengatakan, memperingati haul adalah memperingati orang yang sudah meninggal. Pesan yang paling penting, kita nantinya juga akan meninggal, seperti orang yang diperingati haulnya tersebut. Menurut pengasuh PP Darussalam Jatibarang-Brebes ini, mati adalah pindah dari kehidupan di dunia ke kehidupan di akhirat. Setelah mati, kita memasuki alam kubur atau alam barzakh, yaitu batas menunggu dibangkitkan di alam akhirat. Di alam kubur akan ada dua kondisi bagi manusia, yaitu raudhatul jannah (taman surga), bagi yang beramal baik, dan hufratul nar (lubang neraka), bagi yang beramal buruk. Dua kondisi ini sudah dipilih ketika manusia hidup di dunia. “Kalau manusia ingin memilih di raudhatul jannah, ketika di dunia ia harus mematuhi seluruh perintah Allah SWT; dan bagi yang melanggar perintah Allah, dia akan diletakkan di hufratul nar,” kata Kiai Soleh. Setelah seseorang meninggal, ia hanya diantar oleh, pertama, para pengantar. Kedua, keranda. Ketiga, amalnya. Dua yang di depan akan meninggalkan dirinya usai ia dikubur; sedang yang terakhir, yakni amalnya, akan menyertainya di alam kubur. Pada awal kehiduapan di kubur, manusia akan mengalami kehidupan yang sangat susah. Namun mereka yang amalnya baik akan ditemani oleh sejenis makhluk yang akan menjadikan dirinya tenteram dan aman. Yang pertama adalah shalatnya, kedua puasanya, berikutnya zakatnya, sedekahnya, dan berbagai amal baiknnya di dunia. Sebaliknya, bagi orang yang beramal buruk di dunia, dia akan ditemani sejenis makhluk yang menyeramkan dan berbau busuk, sehingga menambah kesusahan dan ketakutan sepanjang waktu, ditambah siksaan dari malaikat. Kiai Soleh menyimpulkan, memperingati haul seorang tokoh atau ulama bukan sekadar menghadiri makan dan minum, tetapi lebih kepada meneladani sesuatu yang baik dari tokoh dan ulama yang kita peringati haulnya. Apabila kita mengingat kepada keteladanan ulama, itu akan mengantar kita ingat kepada Rasulullah SAW dan Allah SWT. Selain acara haul, para jama’ah juga membaca hailalah (membaca La ilaha illallah) seribu kali, kemudian wirid Wadzifah dan Ladzifah. Semua ini adalah wirid yang wajib dibaca oleh pengikut Tarekat Tijaniyah. Penyebar Tarekat Tijani Sedang dalam manaqibnya, yang dibacakan K.H. Tamini, anak kedelapan K.H. Surya, disebutkan, ulama besar ini lahir di Ciomas pada tahun 1900. Ia murid K.H. Usman Domiri (Bandung). Sementara K.H. Usman Domiri diangkat menjadi muqaddam Tijani oleh Sayyid Ali Ath-Thoyyibi dari Bogor, penyebar Tarekat Tijani di Indonesia. K.H. Usman memiliki beberapa murid, di antaranya K.H. Surya dan K.H. Badruzzaman (Garut). K.H. Surya menyebarkan Tarekat Tijaniyah di Provinsi Banten, dan Ciomas dijadikan sebagai pusat penyebaran. Berbagi tugas dengan rekan seperguruannya, K.H. Badruzzaman, yang menyebarkan Tarekat Tijaniyah di Jawa Barat dan berpusat di Garut. K.H. Surya memiliki beberapa murid, di antaranya Ajengan Shodiq dari Sumedang. Di antara pengikut Tarekat Tijaniyah adalah K.H. Sadeli, pendiri PP Salafiyah di Ciomas pada tahun 1958. Pesantren ini kemudian pindah ke Cilongkrang pada tahun 1993, dan berganti nama menjadi “PP Al-Hidayah”. Sekarang pesantren ini diasuh oleh K.H. Faizi Amrari, Sp.D.I. Di akhir hayatnya, terjadi keanehan pada kehidupan K.H. Surya. Ia pernah mati suri dalam beberapa jam. Ketika siuman pada ba’da ashar, para kerabat langsung bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi?” Ia menjawab, “Baru saja mengaji di hadapan Rasulullah SAW.” K.H. Surya meninggal pada tahun 1991. Saiful Bahri Sumber : http://www.majalah-alkisah.com/index.php/berita-terhangat/876-mengaji-di-hadapan-rasulullah-saw
Adab Murid kepada Gurunya. 1. Salah satu adab seorang murid kepada gurunya adalah tidak melawan gurunya secara lahir dan tidak menolaknya dalam batin. Orang yang durhaka secara lahir berarti meninggalkan adabnya. Orang yang menolak secara batin berarti menolak pemberiannya. Bahkan, sikap tersebut bisa menjadi permusuhan dengan gurunya. Karena itu, dia harus bisa menahan diri untuk tidak menentang guru secara lahir maupun secara batin dan banyak membaca do’a: “Wahai Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Hasyr: 10). Apabila melihat dari gurunya ada sesuatu yang dibenci dalam agama, hendaklah dia mencari tahu menangani hal itu dengan perumpamaan agar tidak menyebabkan gurunya kurang senang kepadanya. Manakala melihat sesuatu aib pada gurunya, hendaklah murid menutupi serat berprasangka buruk terhadap dirinya sendiri dan menakwilkan bahwa gurunya dalam batas agama. Apabila dia menemukan alas an bagi gurunya yang dibenarkan dalam agama, maka hendaklah dia memohonkan ampun untuk gurunya dan mohon agar gurunya diberi taufik, sadar, dan terpelihara. Jangan menganggap gurunya tersesat dan jangan memberitahukan hal itu kepada orang lain. Ketika kembali kepada gurunya pada hari atau waktu yang lain, hendaklah dia menganggap bahwa kekeliruan gurunya itu telah hilang, dan sesungguhnya gurunya telah berpindah ke tingkatan yang lebih tinggi yang belum dijangkaunya. Kekeliruan terjadi karena kelalaian, suatu kejadian atau pemisah di antara dua keadaan. Karena pada tiap-tiap dua keadaan itu ada pemisah dan kembali kepada kemurahan agama, seperti tanah kosong diantara dua kampong atau halaman di antara dua rumah. Selesai dari tingkatan pertama dan akan memasuki tingkatan berikutnya. Pindah dari suatu kewalian kepada tingkat kewalian yang berikutnya. Dia melepas sebuah mahkota kewalian dan mengenakan mahkota kewalian yang lain, yang lebih tinggi dan lebih mulia. Setiap hari, kedekatan mereka bertambah kepada Allah SWT. Apabila guru sedang marah dan wajahnya terlihat tidak menyenangkan, janganlah meninggalkannya. Tetapi dia harus memeriksa batinnya, mungkinkah dia telah melakukan adab yang kurang baik terhadap gurunya atau telah melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah SWT dengan meninggalkan perintah atau melakukan pelanggaran?. Dia harus memohon ampun dan barutaubat kepada-Nya. Dia juga harus bertekad tidak akan mengulanginya, meminta maaf kepada guru, merendahkan diri di hadapannya, menyenangkannya dengan tidak akan melawannya, menemaninya selalu, dan menjadikannya sebagai perantara antara dia dengan Tuhannya, serta jalan yang akan menyampaikannya kepada-Nya. Seperti orang yang hendak datang kepada raja, sedang raja tidak mengenalinya, maka dia harus berusaha untuk setiap halangan yang menghadangnya, atau mengajak salah seorang yang dekat dengan raja untuk menunjukkan bagaimana caranya dapat berjumpa dengan raja. Dia harus belajar adab dan tata cara bercakap-cakap dengan raja atau hadiah apa yang sesuai untuknya, atau sesuatu yang tidak dimilikinya dan apa yang mesti diperbanyak. Selanjutnya, dia harus mendatangi istana dari pintu depan. Jangan lewat pintu belakang sehingga nanti akan dicela dan mendapatkan kehinaan serta tidak memperoleh apa yang dia inginkan dari sang raja. Sesungguhnya, setiap orang yang hendak memasuki sebuah istana mesti ada tata cara dan ada pelayan atau petugas yang akan membimbing tangannya atau memberikan isyarat kepadanya untuk mempersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan. Dia mesti mengikuti supaya tidak mendapatkan kehinaan atau dituduh sebagai orang yang tidak beradab dan bodoh. Di antara adab yang harus dimiliki oleh seorang murid adalah murid tidak diperkenankan berbicara di depan guru kecuali seperlunya, dan tidak menampakkkan sedikit pun keadaan dirinya di depan guru. Dia juga tidak sepatutnya menggelar sajadahnya di depan guru kecuali pada waktu melakukan shalat. Jika telah selesai shalat, hendaknya dia segera melipat kembali sajadahnya. Murid harus selalu siap melayani gurunya dan orang yang duduk diruangannya dengan senang hati, ringan dan cekatan. Seorang murid harus bersunguh-sungguh jangan sampai menggelar sajadahnya sedang di atasnya ada orang yang lebih tinggi tingkatannya. Dia juga tidak boleh mendekatkan sajadahnya kepada sajadah orang yang lebih tinggi itu kecuali dengan izinnnya. Karena hal demikian dianggap kurang beradab bagi mereka. Bila menemukan kemusykilan gurunya, seorang murid hendaknya diam meskipun memiliki penjelasan dan jawaban mengenainya. Akan tetapi, dia boleh mengambil apa yang telah Allah SWT bukakan baginya melalui lisan gurunya, kemudian menerima dan mengamalkannya. Jika melihat ada kekurangan dalam jawaban gurunya, seorang murdi tidak boleh membantah atau menolaknya. Bahkan, dia harus bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan kepadanya berupa keutamaan, ilmu, dan nur yang disembunyikan dalam dirinya. Dia tidak boleh memperpanjang perbincangannya dan tidak boleh mengatakan mengatakan,”Guru telah salah dalam masalah ini.” Dia tidak boleh membantah ucapannya kecuali terjadi secara spontan dan tidak sengaja. Jika demikian, dia harus segera menghantikan ucapannya dan menggantikan dengan diam, dan taubat serta bertekad tidak akan mengulanginya. Murid juga tidak sepatutnya banyak bergerak seaktu mendengar di depan guru kecuali karena mendapat isyarat darinya. Dia juga tidak sepatutnya melihat pada dirinya memiliki suatu keadaan kecuali terjadi padanya suatu hal yang memaksanya untuk membedakan dan memilih. Apabila hal itu telah reda, hendaknya dia kembali kepada keadaan semula, diam penuh adab, tawadhu’ dan menyembunyikan rahasia yang telah Allah SWT berikan kepadanya. Sungguh, kami telah menyebutkan hal ini, yakni tentang sikap, perbuatan atau ucapan yang tidak baik bagi seorang murid, tetapi kini justru kadang terjadi di madrasah atau pondok mereka. Memang tidak dipungkiri, murid yang dapat melakukan adab yang demikian sempurna itu termasuk murid yang benar dan bersungguh-sungguh. Sehingga makna sesuatu yang telah dia dengar itu menyalakan cahaya kebenaran dan menguatkannya. Kemudian dia akan sibuk di dalam cahaya itu dan tenggelam di dalamnya. Anggota badannya bergerak di tengah kaum, namun sebenarnya dia berada di sebuah batas yang penuh dengan kelezatan watak dan keinginan. Tiap orang akan membayangkan dekat orang yang merindukannya. Murid yang bersungguh-sungguh, api kerinduannya tidak akan padam dan pancarannya tidak akan pernah redup. Kekasihnya tidak pernah ghaib dan penghiburnya tidak akan pernah jauh. Murid seperti ini akan senantiasa bertambah dalam kedekatan, kelezatan, dan kenikmatan. Tidak ada yang dapat mengguncangkan atau merubah keadaannya selain ucapan Dzat Yang dikehendakinya dan pembicaraan Dzat Yang Menolongnya. Meskipun pada saat itu, didekatnya banyak syair. Nyanyian, suara-suara teman-teman syetan, para pengikut hawa nafsu, dan para pengejar kesenangan. Seorang murid hendaknya tidak menentang seseorang pada saat ia mendengarkan dan tidak menolak seseorang dalam menuntut sesuatu yang diinginkan dan dirindukannya, berupa surga dan bidadari serta melihat Allah SWT di akhirat, yang mana ia telah zuhud terhadap dunia, kelezatan dan kesenangannya, anak-anak dan wanitanya. Ia telah berani bersabar atau keburukan, ujian dan cobaan di dunia serta berpaling kepada anak-anak di akhirat. Hendaknya dia menyerahkan semua itu kepada para guru yang ada. Sesungguhnya mereka itu dalam kekuasaan guru. Bila belajar pada seseorang guru, dia harus percaya bahwa dikampung itu tidak ada orang yang lebih utama dari gurunya, sehingga dia akan berhasil mendapatkan apa yang dia cita-citakan, dan sang guru akan dapat menghadapkan kepada Allah SWT. Murid harus menjaga rahasianya ketika berkhidmat bersama Allah SWT dalam mencapai kehendaknya. Dia harus menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh gurunya adalah sesuatu yang sesuai dengan keadaannnya. Sesungguhnya melawan guru adalah racun yang sangat berbahaya. Jadi, jangan sampai murid menentang guru, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi. Dia tidak boleh menyembunyikan sedikitpun keadaan dan rahasianya terhadap guru, dan tidak memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah diperintahkan kepadanya. Tidak sepatutnya bagi seorang murid bertekad meminta kemurahan atau meminta kembali kepada apa yang telah ditinggalkannya karena Allah SWT. Sesungguhnya hal itu merupakan kesalahan besar sekaligus kerusakan kehendak bagi ahli tharekat. Disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW,”Orang yang kembali kepada keadaannya seperti anjing yang muntah lalu memakannya lagi”. Dia harus bersungguh-sungguh berpegang pada adab yang telah diperintahkan oleh gurunya, jangan sampai menjadi kurang beradab. Jika terjadi kekurangan dalam melaksanakan apa yang telah diisyararatkan gurunya, maka murid harus memberitahukan hal itu kepada gurunya sehingga guru akan memberikan arahan yang sesuai dengannya dan mendoakan agar mendapatkan taufik, kemudahan dan keberhasilan. ( Syekh Nur Ali Ahmad Al Batawi )

Kamis, 30 Mei 2013

Nasehat Al-Imam Al'Arif Billah Assayyid Al-Kabir Ahmad Arrifa'i RA الخطيئة والحسنة يقول الإمام العارف بالله السيد الكبير أحمد الرفاعي رضي الله عنه يا ولدي إن ملكت عقلا حقيقيا ما ملت إلى الدنيا وإن مالت لك لأنها خائنة كذابة تضحك على أهلها من مال عنها سلم منها ومن مال إليها بلي فيها وفي الحديث حب الدنيا رأس كل خطيئة فكما أن حبها رأس كل خطيئة فكذلك بغضها والإعراض عنها رأس كل حسنة هي كالحية لين لمسها قاتل سمها لذاتها سريعة الزوال وأيامها تمضي كالخيال فاشغل نفسك فيها بتقوى الله ولا تغفل عن ذكره تعالى ذرة واحدة وإن طرقك طارق الغفلة ذرة فاستغفر الله وارجع لباب الملاحظة واذكر الله واستح من الله راقبه في الخلوات والجلوات واحمده واشكره على الفقر والغنى واترك الأغيار يا ولدي كن صوفيا صافيا ولا تكن صوفيا منافقا فتهلك التصوف الإعراض عن غير الله وعدم شغل الفكر بذات الله والتوكل على الله وإلقاء زمام الحال في باب التفويض وانتظار فتح باب الكرم والاعتماد على فضل الله والخوف من الله في كل الأوقات وحسن الظن به في جميع الحالات يا ولدي إذا تعلمت علما وسمعت نقلا حسنا فاعمل به ولا تكن من الذين يعلمون ولا يعملون يا ولدي نجاة العالم عمله بعلمه وهلاكه ترك العمل . KEBURUKAN DAN KEBAJIKAN Berkata Al-Imam Al'Arif Billah Assayyid Al-Kabir Ahmad Arrifa'i RA: Wahai anakku Seandainya engkau memiliki akal yg hakiki, maka tidak mungkin kau akan condong berlebihan terhadap dunia, walaupun mungkin dunia condong kepadamu. Karena dunia adalah penghianat dan tukang bohong, selalu menertawakan dan menghina orang2 yg mencintainya. Barangsiapa yg menjauhinya maka dia akan selamat, sebaliknya barangsiapa yg condong mencintainya, maka dia akan terkena musibah karenanya. Disebutkan dalam sebuah Hadits : "Mencintai dunia adalah sumber segala keluputan atau dosa". Sebagaimana mencintainya adalah sumber dosa, berarti kebalikannya, membenci dunia dan berpaling darinya adalah sumber kebajikan Dunia diibaratkan bagai seekor ular yg gemulai jalannya, namun bisanya mematikan, kenikmatannya mudah sirna, hari2nya berlalu bagai hayalan Sibukkan dirimu dengan bertaqwa pada Allah SWT, jangan lalai untuk mengingatNya walau sesaat, seandainya terketuk dalam pintu hatimu ketukan lalai akan Allah, beristighfarlah dan kembalilah pada pintu selalu merasa diawasi olehNya. Ingatlah selalu akan keagungan Allah dan malu-lah padaNya, dekati diriNya dgn selalu merasa diawasi olehNya, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keramaian, pujilah Dia dan berterima-kasihlah padaNya atas kefakiran dan kekayaan yg kau miliki dan tinggalkanlah selain Allah /al-aghyar Wahai anakku, jadilah engkau seorang sufi yg suci, ikhlas karena Allah, dan jangan menjadi sufi yg munafik, maka engkau akan mengalami kerusakan Tasawuf adalah berpaling dari dunia, tidak menyibukkan diri dan pikiran untuk merenungkan hakikat dzat Allah, tawakkal atas ketentuan Allah, melepaskan segala kendali zaman dan waktu dengan berpasrah diri atas ketentuanNya, selalu menunggu dibukakan pintu kemuliaan dariNya, selalu berpegang pada anugrahNya, takut akan amarah dan murkaNya dalam setiap waktu, selalu berbaik sangka padaNya dalam segala kondisi Wahai anakku di saat engkau belajar dan mendengarkan ucapan yg benar, maka ikutilah Janganlah engkau seperti orang2 yg mengerti tapi tidak mau mengamalkan ilmunya Wahai anakku keselamatan orang alim adalah di saat dia mengamalkan ilmunya, kecelakaan orang alim adalah di saat dia enggan untuk mengamalkan ilmunya
ahmad koerudin : Pulsa Nyasar, Milik Siapa ? Dalam pembelian pulsa kadang terjadi salah kirim. Entah karena sang pemilik Hp salah menyebutkan nomor atau pihak counter yang salah nomor. Rezeki mungkin itu perasaan yang hinggap dalam diri penemu pulsa nyasar, namun tekor dirasakan pihak counter. Sehingga tak jarang pihak counter menghubunginya dan meminta agar menggantinya walau tidak dengan harga semestinya . Apa yang harus dilakukan penerima pulsa nyasar, bila tidak ada yang menghubunginya? Wajibkah ia mengganti pulsa tersebut mengingat hal diatas bukan karena kesalahannya? Jawaban: Secara hukum fiqh, tidak wajib mengganti, karena penerima pulsa tidak dapat dikategorikan menguasai manfaat dari harta orang lain. Sebab yang bisa disebut manguasai manfaat adalah bila penggunaan disertai dengan benda yang menyimpan manfaat tersebut. Ta'bir (فى المدخل الفقهي العام للمصطفى أحمد الزرقاء ج 3 ص 231-232) 1. فى الفقه الأجنبي يقسمون الأموال الى أموال مادية وأموال معنوية ويريدون بالمعنوية ما كان له اعتبار فى ثروة الإنسان ولكنه ليس أعيانا مادية فى الوجود الخارجي فتدخل فى ذلك الحقوق الشخصية والعينية والمنافع والملكية الأدبية للمؤلفين فى انحصار حق طبع مؤلفتهم والملكية الصناعية المخترعين وحق استعمال العناوين التجارية ونحو ذلك. فكل منفعة او حق خولها القانون انسانا فهما مال معنوي يمكن ان يباع ويشترى، وهذا التقسيم لا يتناسب مع مفهوم المال بالنظر الشرعي المبني عليه بحثنا فقد فرق فقهنا بين المال والملك فاعتبر الحقوق المنافع ملكا يستمتع به لا مالا ترد عليه العقود الا استثناء كما تقدم